Kecewa Dikalahkan MU, West Ham Makin Kesal terhadap Suporternya

Jawapos.com – Kekalahan bukan satu-satunya kekecewaan yang dirasakan oleh West Ham saat away ke kandang Manchester United, Sabtu (13/4). Klub berjuluk The Hammers itu juga dibuat kesal oleh kelakuan para suporternya.

Sebab, beberapa suporter West Ham kedapatan melakukan aksi diskriminasi terhadap etnis tertentu. Kejadian ini dilakukan oleh beberapa oknum suporter sebelum pertandingan berlangsung.

Ketika itu sekelompok suporter West Ham yang sedang menaiki tram dan merekam aksinya mereka saat menyanyikan lagu kepada klub rival, Tottenham Hotspur. Sayangnya lagu tersebut mengandung kata-kata antisemitik, mengingat banyak suporter Tottenham yang beragama Yahudi.

Seketika itu juga, rekaman tersebut menjadi viral dan membuat manajemen West Ham murka. Mereka merasa sangat kesal beberapa oknum supoternya menodai sepak bola dengan aksi diskriminasi. Bahkan West Ham menilai perbuatan yang dilakukan oleh mereka sangat menjijikan.

“Kami sangat jijik dengan konten video (mereka) yang beredar di media sosial. Kami secepatnya akan mengambil aksi untuk mengidentifikasi pelaku, di mana detailnya akan diserahkan kepada polisi. Kami juga akan melakukan hukuman skorsing seumur hidup dilarang datang ke Stadion London,” tulis pernyataan West Ham, dikutip dari Guardian.

“West Ham sangat menentang hal seperti ini. Tidak ada tempat bagi sikap seperti itu di klub kami. Kami tidak ingin orang-orang seperti ini diasosiasikan dengan West Ham. Mereka tidak layak berada di klub, mereka juga tidak pantas berada di masyarakat yang beradab,” tegas manajemen West Ham.

Ini bukan pertamakalinya diskriminasi terhadap agama terjadi. Sebelumnya kejadian serupa juga sempat menimpa salah satu pesepakbola asal klub Liverpool, Mohamed Salah.

Ketika itu beberapa suporter Chelsea merekam aksinya saat sedang bernyanyi. Dalam nyanyian tersebut mereka menghina Salah dengan kata-kata teroris. Bahkan mereka juga menghina Salah secara fisik karena dirinya berasal dari etnis yang berbeda.

Editor : Agus Dwi W

Reporter : Bintang Rahmat