Rasisme Masih Marak, Bek Tottenham: Harus Ada Sanksi Berat

Jawapos.com – Rasisme dalam dunia sepak bola telah jadi polemik yang sulit untuk dihentikan. Sudah banyak pemain sepak bola yang telah menjadi korban. Namun, tak ada hukuman yang bisa membuat para pelakunya jera.

Menurut, bek Tottenham Hotspur Danny Rose, pada dasarnya kasus rasisme yang masih terus bermunculan tak lepas dari tidak ada ketegasan dalam pemberian hukuman. Alhasil tidak ada efek jera bagi para pelaku. Seolah-olah hukuman yang diberikan dianggap angin lalu.

Salah satunya telihat ketika UEFA memberikan hukuman kepada federasi sepak bola Serbia pada 2012 lalu karena kasus rasisme. Namun, mereka dapat lolos dari hukuman karena membayar denda EUR 80.000 (lebih dari Rp 1,2 miliar).

“Tentu saja hal itu sangat menyedihkan. Namun, ketika negara hanya mendapat denda sebesar apa yang bisa saya habiskan di London, apa yang bisa Anda harapkan?” sindirnya, dikutip dari Guardian.

Berkaca dari hal itu, Rose menilai sangat tidak adil jika kasus rasisme hanya diselesaikan dengan pemberian denda. Seharusnya ada hukuman lebih tegas dan keras yang diberikan kepada pelakunya.

Jika tidak, jangan heran kasus rasisme akan terus bermunculan. Para pelaku akan menganggap enteng permasalahan ini. Mereka tinggal membayar sejumlah denda dan melanjutkan aksinya kembali.

“Anda bisa melihat manajer saya dihukum selama dua game hanya karena ribut dengan (wasit) Mike Dean. Namun, sebuah negara hanya diberikan denda yang kecil karena berbuat rasis. Ini tidak adil. Jadi inilah yang terjadi di sepak bola. Kita tidak dapat berharap lebih sampai adanya hukuman keras yang dilakukan,” tukasnya.

Editor : Agus Dwi W

Reporter : Bintang Rahmat